Postingan

Konsep dasar manajemen usaha manufacture (home industri) .1

Software,program,aplikasi keuangan pada manajemen usaha manufacture, mempunyai manajemen kendali stok yang harus dimonitoring. Dalam aplikasi yang memproduksi suatu barang yang akan dijual secara retail, maka harus dicatatkan dulu, transaksi pembelian bahan. Bahan untuk diolah untuk menjadi barang yang siap jual, secara garis besar adalah 1. memonitoring stok bahan update (di gudang) 2. menentukan nilai jual, setelah dibebani dengan ongkos tukang/teknisi 3. mencatatkan uang komisi tiap teknisi/tukang utk direkap dalam penggajian dalam suatu periode penggajian. A.Stok Bahan Modul Pembelian Stok bahan Gambar lihat di  http://rumahkode.wordpress.com/2010/03/30/konsep-dasar-manajemen-usaha-manufacture-home-industri/ Dalam modul ini, mencatatkan transaksi pembelian sekaligus akan mengupdate atau menambah data stok bahan. Seperti halnya dalam pembelian barang retail (siap jual) maka pada modul ini juga akan tercatat hutang – piutang. B. Data Stok Bahan Modul ini digunakan ...

Mengatasi Penomoran Nota pada Transaksi Multiuser (LANJUTAN)

Pentingnya manajemen coding Menanggapi komplain dan masukan di lapangan, terkait dengan penggunaan aplikasi multiuser Kasir. Menindak lanjuti ide ttg auto generate no nota yang “bergerak” secara otomatis pada no nota selanjutnya, apabila ada transaksi yang telah dilakukan. Skema ide dalam aplikasi adalah, apabila modul kasir dibiarkan, maka no nota akan terus bergerak sepanjang ada transaksi yang telah dilakukan komputer lain. Akan tetapi apabila komputer yang melakukan transaksi, yaitu setelah menekan tombol Simpan, maka timer mesti berhenti untuk “menggerakkan” no nota, agar ketika ditekan tombol cetak, bisa tampil data transaksi yang baru aja dilakukan. Pada nukilan coding sbb: strSql2 = "select*from jual where No_Nota='" & txtNoNota & "'"   Set rsData = cN.Execute(strSql2)   If Not rsData.EOF Then   ''''UPDATE DGN PANGGIL LAGI NOTA   BuangN...

Mengatasi Penomoran Nota pada Transaksi Multiuser

Suatu aplikasi,software, program keuangan (manajemen dan monitoring) yang baek tentunya,mempunyai mekanisme pembuatan no nota yang otomatis sesuai urutan tanggal transaksi tertentu. Mengikuti perkembangan teknologi informasi, aplikasi harus bisa mendukung jaringan, sehingga bisa digunakan serentak oleh banyak user dalam waktu yang bersamaan. Oleh karena, dalam database tidak diperbolehkan adanya no nota yang sama dalam transaksi yang berbeda, maka harus dikondisikan secara otomatis penomoran yang selalu update per satuan waktu tertentu Dalam desktop development, pemakaian komponen timer, menjadi suatu solusi untuk hal ini. Secara default, kecepatan timer adalah mili detik atau seper seribu detik. Dengan asumsi, koneksi jaringan mantap dan semua sistem berjalan normal, maka user dalam menjalankan aplikasi (misal) kasir, rata2 butuh waktu 1 menit. Dalam setiap kesempatan melakukan penyimpanan data (dengan tekan tombol simpan), pastilah ada perbedaan waktu meski itu setengah detik. Jadi...

Fasilitas Transfer Database dari kantor Cabang dalam Program keuangan

Sebuah usaha bisnis yang sudah berkembang, suatu saat akan melebarkan usahanya dengan mendirikan kantor cabang di lokasi yang berbeda. Seperti halnya kantor utamanya, yang cabang ini mesti dilengkapi sistem IT yang handal agar tercipta sistem montoring keuangan dan stok yang baek. Untuk mengInstalasi program yang sejenis, bukan menjadi masalah. Akan tetapi apabila, pemilik usaha mempunyai keinginan untuk menggabung monitoring keuangan dan assets nya ke dalam database tunggal yang berada di kantor pusat, ini yang mesti dipenuhi. Bermula dari konsep database manajemen sistem,pengelolaan data antar cabang harus dibedakan penomoran nota transaksi. Jika perlu, dibedakan pula kode barang yang ada disetiap cabang. Konsep database manajemen sistem adalah suatu aturan untuk mencegah adanya suatu ID/kode/nomor transaksi ato barang yang sama dalam sehingga akan mengacaukan validasi/keabsahan dan akurasi data. Contoh : jika nomor nota dengan format : mmdd/nomor_urut_Nota diganti dg Pmmdd/...

Mekanisme Backup Database per menit

Gambar
Dalam teknologi informasi, Aplikasi/Software/Program baik itu web base atau desktop, mempunyai 1 fokus dalam mengatur coding nya, yaitu database. Informasi, sesuai dengan terminologi nya, adalah suatu bentuk data yang sudah diolah dan mempunyai kemanfaatan bagi penggunanya. Sehingga database menjadi inti dari teknologi informasi. Pada suatu ketika, ada kejadian di usaha bisnis klien, terjadi kekacauan sistem operasi, terkait dengan putusnya koneksi jaringan. Aplikasi menjadi tidak berfungsi/jalan dan yang menjadi masalah besar adalah database juga menjadi kacau. Pada aplikasi standar produk ProgressiveCode, mekanisme backup adalah mengCopy file database, ketika aplikasi/Software/Program ditutup. Oleh karena kejadian kira-kira pada jam 11.00, artinya masih terlalu pagi untuk berkemas (dan kemudian menutup aplikasi), akibatnya belum terjadi mekanisme backup database. Solusi yang dilakukan, adalah memakai database backup pada tanggal sebelumnya dan melakukan entri data pada tanggal hari...

Fitur Utama Manajemen Keuangan Bimbingan Belajar

Gambar
Aplikasi/program/software Manajemen Keuangan Bimbingan Belajar ini,mencakup semua transaksi keuanngan dalam Bimbel, mulai dari pendaftaran calon siswa sampai dengan perubahan modal dalam laporan akuntansi. 1. Modul Pendaftaran Calon Siswa   Melakukan transaksi pendaftaran sekaligus dapat mencatat data baru Program, Kelas dan Siswa yang tidak tercatat sebelumnya. Modul ini cukup efektif, sehingga sekali membuka modul ini, tidak perlu lagi membatalkan transaksi oleh karena data induk (Program, Kelas dan Siswa ) belum tercatat. Segala transaksi keuangan secara otomatis akan terlaporkan dan dapat dicetak, sesuai jumlah pembayaran. Apakah masih ada kekurangan (Piutang) dan sebagainya, langsung masuk dalam laporan akuntansi. lihat gambar kunjungi   http://rumahkode.wordpress.com 2. Modul Master Siswa Dapat menyimpan data master identitas individu siswa, sehingga apabila individu siswa ini mendaftar lagi pada lain waktu dengan sekolah dan kelas yang berbeda, dapat dibuatka...

Manajemen Keuangan Bimbingan Belajar

Usaha dengan tingkat transaksi yang sudah tidak dapat dikelola secara manual ( meski dicatat dengan bantuan software seperti excel l), cepat ato lambat pasti memerlukan program bantu yang berbasis sistem informasi. Excel cukup powerfull untuk penghitungan secara kolom dan bahkan pembuatan laporan laba rugi suatu usaha. Akan tetapi excel bukan software database manajemen sistem, shg untuk melakukan pencarian data transaksi masih semi manual dan tidak dapat dengan cepat ditemukan. utk lebih detail…tunggu postingan berikutnya Utk lebih lengkap silakan dowload DISINI .software ini telah digunakan klien kami yang meng atas nama kan Al - Qolam email ke aryotejow@gmail.com ato hub no lokal di blog ini utk mendapatkan user name dan password utk menjalankan software dengan TOP Level Akses ..segera ganti pada modul ganti kunci utk keamanan data utk vista atau win7,..jika ada error message sewaktu instal, pilih tombol IGNORE aja keterangan singkat penggunaan: lakukan transaksi p...

Manajemen Informasi Bengkel 03 – Otomatisasi penggajian komisi penjualan

Gambar
Dalam usaha retail khususnya bengkel, ada suatu penghitungan komisi per Teknisi, Asisten Teknisi dan Sales, untuk (Kepala Divisi, Kasir dan QC) yang melekat pada barang dan jasa yang dikerjakan/dijualnya. Sedikit berbeda dengan retail pada umumnya, usaha bengkel merupakan gabungan antara usaha jasa dan dagang. Jika diperbandingkan, pada retail umum, manajemen informasi lebih memonitoring pada arus kas dan jumlah stok barang yang dijual dan beli, dengan asumsi bahwa fee(gaji) yang diterima karyawan adalah tetap per bulannya. Pada usaha bengkel, selain memonitoring arus kas, juga dapat menghitung secara otomatis besar komisi yang diterima oleh teknisi yang mengerjakan order pada rentang waktu tertentu. Kebanyakan para pemilik usaha bengkel, selain memberi gaji pokok,, juga lebih menekankan gaji insentif berupa komisi penjualannya. Komisi penjualan melekat pada item barang, sehingga besar prosen komisinya tidaklah sama. Oleh karena itu, mekanisme penghitungan komisi sangat penting untu...

Manajemen Informasi Bengkel 02 – Otomatisasi penggajian komisi penjualan

Gambar
Dalam usaha retail khususnya bengkel, ada suatu penghitungan komisi per Teknisi, Asisten Teknisi dan Sales, untuk (Kepala Divisi, Kasir dan QC) yang melekat pada barang dan jasa yang dikerjakan/dijualnya. Sedikit berbeda dengan retail pada umumnya, usaha bengkel merupakan gabungan antara usaha jasa dan dagang. Jika diperbandingkan, pada retail umum, manajemen informasi lebih memonitoring pada arus kas dan jumlah stok barang yang dijual dan beli, dengan asumsi bahwa fee(gaji) yang diterima karyawan adalah tetap per bulannya. Pada usaha bengkel, selain memonitoring arus kas, juga dapat menghitung secara otomatis besar komisi yang diterima oleh teknisi yang mengerjakan order pada rentang waktu tertentu. Kebanyakan para pemilik usaha bengkel, selain memberi gaji pokok,, juga lebih menekankan gaji insentif berupa komisi penjualannya. Komisi penjualan melekat pada item barang, sehingga besar prosen komisinya tidaklah sama. Oleh karena itu, mekanisme penghitungan komisi sangat penting untu...

Manajemen Informasi Bengkel 02 – Aplikasi/program monitoring keuangan untuk bengkel

Gambar
Lanjutan dengan Manajemen Informasi Bengkel 01,.hal dasar yang menjadi ciri khusus terkait dalam modul Kasir/Penjualan. Suatu usaha Bengkel yang sudah mapan dan maju, mempunyai aturan bisnis dalam memberi “fee” bagi karyawan. Konsep dasar aturan ini adalah untuk memberi keadilan semua karyawan,.”yang rajin dialah yang memperoleh penghargaan lebih”. Aturan ini lebih mengutamakan produktifitas bagi usaha bengkel, bisa berarti lebih banyak penjualan/servis yang dilakukan. Sehingga jika kembali ke modul stok barang, maka ada keterangan tentang prosentase untuk Teknisi, Asisten Teknisi dan Sales.   Maksud pemberian prosen tiap item barang adalah, untuk sharing profit komisi (bagi hasil) tiap2 penjualan yang dilakukan oleh staf, baik itu Teknisi, Asisten Teknisi ,Sales, Kepala Divisi, Kasir dan QC nya. Berbeda dengan Teknisi, Asisten Teknisi dan Sales, untuk (Kepala Divisi, Kasir dan QC) prosen komisi diberikan berdasar besar transaksi per nota nya sehingga akan diatur prosesn komisi m...