Postingan

Pencatatan Stok Bahan dalam Sistem Informasi Restoran

Gambar
Sistem Informasi Restoran mempunyai proses produksi, berupa pengolahan bahan baku. Stok bahan baku yang dicatat, tidak semua bahan, cukuplah yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan berdaya tahan yang lama.misal daging, beras, minyak, tepung dan lainnya. Stok bahan dicatat pada pembelian bahan, untuk mengetahui harga pokok/dasar penjualan produk masakan. Disamping itu untuk mencatat Kas, dan monitoring hutang piutang. Pada pencatatan stok bahan ini, bersifat mutasi DIOLAH, RUSAK, TAMBAHAN. Kecuali Tambahan (dari cabang lain) maka stok bahan pasti akan berkurang. Suatu resto, sudah bisa memperhitungkan omzet nya, dengan asumsi jumlah bahan baku utama sudah mempunyai harga beli yang sama. Dari asumsi inilah, owner restoran dapat memonitoring arus kasnya secara global.

Stok Dagang Negatif pada Sistem Informasi Restoran

Gambar
Sistem Informasi Restoran, hampir sama dengan sistem informasi usaha dagang retail lainnya. Perbedaan yang mendasar adalah, adanya ”barang” yang merupakan hasil olahan/proses produksi. Secara ideal, ada suatu modul pencatat hasil produksi tiap hari, akan tetapi melihat realita yang ada, adalah sangat tidak memungkinkan (sangat sibuk) untuk mencatatkan modul produksi yang menghasilkan jumlah ”barang” berupa menu resto. Atau menu masakan baru diproses (baca digoreng) dari daging/bahan lainnya ketika ada order tamu yang datang, sehingga jelas, jumlah stok di tabel stok akan selalu tertinggal (tidak update) Pada modul kasir, semua data barang dagangan, baik yang minuman, rokok, dan oleh-oleh serta menu resto tadi dapat di”panggil” untuk dilakukan penjualan. Validasi terkait dengan jumlah stok barang, akan selalu salah untuk barang kategori masakan. Sehingga perlu adanya, pencatatan barang dengan ”BISA NEGATIF”, pada data induk barang. Untuk data induk retail lainnya (minuman, rokok, ...

Kartu Stok Barang Dagang

Gambar
Sebuah usaha bisnis, apa pun itu, pastilah menginginkan keterjaminan asset. Untuk ranah bisnis retail, monitoring stok sangat penting. Adalah sangat memusingkan para owner usaha, apabila setiap hari harus menjaga asset dia secara manual. ”lho..kan ada karyawan..tinggal minta mereka membuat laporan stok update nya”mungkin itu pikir Anda. Ulasan berikut menggambarkan kartu stok barang, adalah salah satu cara yang paling efektif. Meski ada mekanisme menghitung stok, dengan cara silang, artinya karyawan A yang ada di bag A, diminta menghitung untuk bag B, sebaliknya, karyawan B menghitung di bag A. Jika rutinitas ini, sudah dilakukan berulang, pastilah tidak ada keterjaminan untuk ”tidak ada main mata” antar karyawan. Oleh karena itu, perlu dibangun suatu sistem kerja yang tercatat secara komputerisasi shg dapat melihat laporan update tiap stok dan owner bisa mengambil secara random status barang yang akan dilihat laporan nya Suatu desain sistem informasi usaha dagang, mesti dapat men...

Laporan Laba dalam Retail Umum, Diskon Nota

Gambar
Usaha dagang pada sebuah Mart atau toko kelontong, jarang mempunyai potongan penjualan/diskon per nota. Hal ini dikarenakan, konsep diskon nota, biasanya diberikan oleh pemilik usaha, kepada customer yang sudah menjadi Pelanggan. Dalam keseharian, konsep ini sering dijumpai dalam toko-toko yang mempunyai persiangan cukup ketat, misal yang berlokasi di sebuah pasar. Mereka mempunyai usaha dalam ”mengikat” pelanggan, salah satunya dengan memberkan diskon nota. Konsep diskon nota ini, pastinya akan mengurangi nilai laba/keuntungan yang diterima. Lihat gambar di bawah ini. Laporan Laba dengan Diskon Nota Dalam ranah seorang developer sistem informasi,.dalam membuat normalisasi laporan di atas, mesti dapat memisahkan entitas tabel yang ada. Mendesain struktur database, selain mengerti konsep relasi tabel juga mengerti tentang proses bisnis. Untuk kasus ini, hubungan relasi proses bisnis yang terjadi adalah, penjualan yang meliputi beberapa item barang. Tiap item barang yang dijual,...

Program Software Aplikasi Akuntansi Usaha Dagang 3 : Fitur menu laporan

Gambar
Dengan konsep Program Software Aplikasi Akuntansi untuk orang bukan akuntansi, user dapat memakai seperti program keuangan lainnya. Tidak ada tombol untuk menDebet Kreditkan. Perbedaannya terletak pada modul ”setting perkiraan”, yang dapat mencatat perkiraan-perkiraan baru dan membuat LINK untuk jurnal umum. Dilengkapi modul penutupan/closing periode akuntansi, yaitu setelah dilakukan transaksi penyesuaian. Transaksi penyesesuaian (adjustmen) dilakukan untuk mendapatkan informasi sebenarnya dari laporan keuangan. Contoh : mencatatkan biaya gaji karyawan bulan Feb 2010 (link dengan Hutang gaji karyawan), meskipun gaji karyawan secara kenyataan baru akan diberikan pada tanggal 3 Maret 2010. Penutupan akuntansi, tinggal menekan tombol Tutup. Mekanisme penghitungan Laba Rugi sudah sesuai dengan kaidah akuntansi. Salah satunya menghitung Pendapatan dan Biaya, dan secara otomatis akan dihitung dengan HPP untuk mendapatkan Laba Kotor. Pendapatan dan Biaya diNOL kan pada periode berikutnya...

Program Software Aplikasi Akuntansi Usaha Dagang 2 : Jurnal umum dan atau penyesuaian

Gambar
Dalam sistem akuntansi, terdapat suatu transaksi yang belum tercatatkan dalam modul khusus. Dikarenakan transaksi ini, bukan transaksi utama dan jarang terjadi, maka dibuatkan modul untuk mencatat transaksi itu. Dalam konteks akuntansi, transaksi-transaksi tadi dikenal istilah dengan jurnal umum. Aplikasi ini dapat menggabungkan, transaksi jurnal umum dan penyesuaian. Kelebihannya adalah, transaksi langsung mempunyai nilai balancing dari setiap nilai. Hal ini dapat diatur dalam modul setting perkiraan akuntansi. Setidaknya pengetahuan akuntansi dimiliki oleh user (baca= karyawan) karena dialah yang akan mencatatkan transaksi. Bagi Anda seorang owner, saya yakin Anda telah melakukan semua prinsip-prinsip akuntansi, sadar atau tidak. Dan tinggal meminta karyawan Anda, mencatat semua transaksi yang terjadi. Modul penyesuaian Laporan per periode

Program Software Aplikasi Akuntansi Usaha Dagang 1: Setup Perkiraan

Gambar
Penggunaan Program Software Aplikasi Akuntansi Usaha Dagang, diawali dengan mencatat nilai saldo awal perkiraan. Pencatatan dalam modul ini sekaligus menjadi NERACA RIIL periode/bulan berjalan. Modul ini tidak dapat ditutup jika perkiraan yang dicatat belum imbang. Untuk mengetahui neraca sudah imbang atau belum, bisa menekan tombol F1, untuk laporan Neraca Saldo. Dalam usaha dagang mempunyai pencatatan lebih komplek dibanding dengan usaha jasa, yaitu adanya barang yang dijual. Dalam akuntansi, istilah ini disebut persediaan barang. Kelebihan modul ini,salah satunya adalah dapat menghitung nilai saldo persediaan barang dari asset yang dimiliki. Jadi disarankan, sebelum mencatat setup perkiraan persediaan barang, dilakukan pencatatan barang yang tersedia. Neraca riil Setup Perkiraan Setup Perkiraan Persediaan Barang

Sistem Informasi Retail : Member dan Diskon pada Point Of Sales / Penjualan

Gambar
Dalam usaha dagang, ukuran yang paling jelas dalam menilai maju mundurnya usaha adalah penjualan. Begitu banyak pemain retail, dengan ditandai menjamurnya ”mart” yang berjarak kurang dari 500 m di kota (Jogja). Teknik marketing/penjualan retail, sangat beraneka ragam, salah satunya konsep keanggotaan/member. Konsep ini digunakan sebagai cara untuk mengikat pelanggan loyal, sehingga diharapkan mempunyai pemasukan rata-rata yang dapat diperkirakan. Yang paling umum, terkait dengan konsep member adalah adanya diskon setiap item barang yang dibelinya. Dalam konsep desain sistem database manajemen , diskon melekat pada kode barang, dapat berupa prosentase. Dan juga atribut member pada data pelanggan. Sehingga pada transaksi penjualan POS, akan terlihat seperti dibawah ini Jual utk umum jual utk member

Sistem Informasi Retail : Penanda keaktifan data barang

Gambar
Asset menjadi ukuran berhasil tidaknya usaha. Kekayaan berupa barang yang terukur dan terlihat, dalam konteks usaha dagang adalah barang dagangan. Disaat Anda memulai usaha, barang kali jenis barang baru berjumlah belasan. Seiring perkembangan usaha, jenis barang semakin meningkat dan begitu pula dengan jumlah barang. Selama pengalaman ”njahit” dan mendengar cerita sukses para owner usaha, ada masukan terkait manajemen barang. Hal ini berkenaan dengan suatu barang yang sudah tidak ada di pasaran lagi. Jumlah barang itu di toko/gudang sudah NOL alias habis,akan tetapi data barang masih muncul di daftar pencarian barang dan masih muncul di daftar barang-barang yang wajib dibelanja/dibeli karena stok sudah NOL. Hal ini, akan merepotkan Stokis atau staf yang bertugas untuk mencetak laporan daftar belanja. Jika Anda menghapus data ”sampah” barang tadi, maka histori transaksi terkait barang tadi, secara otomatis juga tidak terlacak. Ini terkait dengan kaidah RDBMS (relasi database manaj...

Laporan Monitoring Transaksi Sistem Informasi Retail

Gambar
Transaksi pada suatu Sistem Informasi Retail, pada dasarnya hanya dua, yaitu pembelian dan penjualan. Pembelian, jika pembayaran kurang, maka akan menimbulkan Hutang pada Supplier tertentu. Begitu juga jika Penjualan jika pembayaran kurang, maka akan menimbulkan Piutang. Dari 2 transaksi utama tadi, sudah menciptakan transaksi turunan, yaitu pembayaran hutang ke Supplier dan pelunasan Piutang dari Customer/pelanggan. Transaksi turunan pembayaran hutang / piutang tadi baru terkait dengan uang. Apabila transaksi pembelian/ KONSINYASI (titipan barang dari Supplier), maka terjadi transaksi retur yang akan melibatkan jumlah stok barang (mengurangi jumlah di Toko) serta mengurangi hutang Toko ke Supplier. Bergitu sebaliknya dengan transaksi retur penjualan. Terkait dengan RETUR, khususnya retur konsinyasi,langkah-langkah transaksi sbb: 1. dimulai dari pencatatan pembelian dengan nilai BAYAR = 0 (nol), asumsi tidak mengeluarkan uang kas (hanya dititipi barang), maka: 2. menimbulkan data...