Postingan

Aplikasi Penerbit Buku, alur data dalam sistem ( 2 )

Gambar
Penerbit mempunyai sistem yang berbeda dengan percetakan. Penerbit yang besar, disamping sebagai percetakan sekaligus menerbitkan buku sendiri sebagai produk. Studi Kasus di dalam sistem data di klien kami,.sebuah penerbit besar di universitasi terkemuka di Jogja, mempunyai sistem yang dimulai dari order. Order adalah permintaan dari penulis untuk menerbitkan “naskah/tulisan” nya untuk menjadi sebuah buku. Tahapan order akan digunakan sebagai sarana penerbit menguji kelayakan calon buku. Ada beberapa tahapan dalam order naskah, yaitu: - REVIEWER - KOREKSI EDITORIAL 1 – 4 - KOREKSI LAYOUT 1 – 4 - ACC PENULIS - PROSES CETAK - PROSES JILID Apabila tidak sesuai kriteria, maka akan ada status KEMBALI KE PENULIS. Lihat gambar Pencatatan order, adalah mencatat nama penulis dan judul calon buku. Dari order yang telah dicatatkan, akan direview dalam tahap-tahap, seperti di atas. Apabila tahap akhir “PROSES JILID“, maka telah menjadi buku. Data buku yang diperoleh, baru bisa dilakukan pro...

Minimarket – manajemen stok dengan konsinyasi (1)

Gambar
Usaha retail dengan konsep swalayan yang melayani pembeli 24 jam, sedang menjadi trend. Dalam usaha ini, diperlukan manajemen stok yang baik. Yang meliputi stok sebagai aset atau stok titipan. Adakalanya satu jenis barang yang sama, bisa diperoleh dari beberapa supplier yang berbeda. Baik dari pembelian putus (stok menjadi aset) ataupun dari konsinyasi (supplier menitipkan barang). Oleh karena itu, dalam sistem informasi minimarket ini, atribut stok melekat kode suplier juga dan sifat konsinyasi atau tidak. Setiap supplier mempunyai beberapa barang yang terdisplay di toko, dengan sifat yang seragam, yaitu beli putus atau konsinyasi. Misal, Supplier A bersifat konsinyasi, maka setiap Supplier A memasok barang-barangnya, maka semua adalah titipan. Dan sebaliknya. Akan tetapi ada juga yang menerapkan sistem mix (campur), Supplier A boleh meminitip barang atau pemasok secara beli putus. Semua jenis transaksi, akan bisa termonitoring dengan baik, saat minimarket me...

Aplikasi Retail Multi Cabang/toko (Data base Tranfer Sistem) DTS, Simple dan mudah

Gambar
Secara garis besar,fitur DTS (Data base Tranfer Sistem) berguna untuk mengambil data transaksi dari cabang, dan data induk baru dari pusat. Fitur ini, sekaligus dapat membuat file yang terbentuk otomatis di folder tertentu untuk dimasukkan ke dalam database yang terpisah. Folder berada di drive D, agar histori kiriman data masih aman, jika terpaksa suatu saat, komputer mesti diformat ulang. Menu Utama Data yang telah dikirim baik dari atau ke pusat/cabang, tidak akan terkirim 2 kali. Hal ini sudah ada mekanisme penandaan dalam tiap data record nya. Validasi yang lebih rumit, yaitu saat ada transaksi yang memerlukan updating. Misalkan jika ada penjualan di cabang 1, di kode barang tertentu, mesti sama persis data base nya saat dikirim ke pusat. Sedikit membuka rahasia, teknik validasinya, yaitu dengan membuat tabel temporary untuk menampung data kiriman. Dari tabel temporary, kemudian dibandingkan dengan tabel sebenarnya, misal kode barangnya. Dim Vkode_barang As String, Vkode...

Aplikasi Retail Multi Cabang/toko (Data base Tranfer Sistem), perlunya sistem bisnis.

Usaha yang telah dirintis dan dikembangkan sekian bels/puluh tahun, ada kalanya sudah mempunyai perluasan cabang. Dengan semakin banyak bisnis yang dikelola, seorang owner direpotkan akan monitoring asetnya. Dalam ranah retail, aset ini berupa barang dagangan yang disebar di beberapa toko/cabang. Kendala yang dihadapi, selain keterbatasan waktu dan tenaga, seorang owner juga tidak bisa menyerahkan sepenuhnya pada staf dan karyawannya. Seoarang owner, harus bisa membangun sistem bisnis yang baik. Sistem ini berupa Standar Operasi Prosedur yang didukung oleh manajemen dan infrastruktur. Salah satu komponen infrastruktur itu adalah “aplikasi monitoring aset” yang baik. Dalam aplikasi ini, setiap barang/stok yang ada harus melalui pencatatan sistem. Sehingga diharapkan ada histori suatu barang yang detail dan rapi akan jumlah stok yang update sekarang di toko. Pengurangan dan penambahan jumlah stok yang ada selalu tercatat. Apabila ada mutasi/pengiriman barang ke toko, maka harus dicata...

Modul Surat Perintah Kerja (SPK) dalam bengkel mobil

Gambar
Dalam sebuah bengkel mobil yang ternama di Pare Kediri, mempunyai sistem kerja yang baku dan tertata rapi. Standar prosedur operasional bengkel ini, tidak membolehkan semua karyawannya yang bekerja sambil jadi “tukang isap” alias merokok. Sangat dimengerti, bahan bakar sisa bengkel, oli dan lainnya sangat mudah bakar. Disamping membahayakan diri juga lingkungan. Sebuah mobil yang masuk bengkel, langsung disambut oleh bagian marketing. Seorang marketing mencatat keluhan dari pelanggan/pemilik mobil, marketing ini juga dapat menawarkan solusi dari keluhan-keluhan itu, apakah akan ganti spare part dan atau sekaligus service. Berikut modul surat perintah kerja (SPK) SPK ini menentukan teknisi siapa yang akan menangani dengan dibantu assisten teknisi, hingga QC nya Hasil cetak SPK, kemudian dibawa ke bagian Kasir untuk dientri kembali untuk dibuatkan nota tagihan.

Aplikasi penghitungan komisi Multi Level Marketing ( MLM ), jilid 2

Gambar
Secara singkat, aplikasi Multi Level Marketing ditandai dengan diagram “pohon bercabang” yang memberi gambaran “Multi Level” atau tingkatan yang banyak. Dalam desain aplikasi komponen yang digunakan adalah “Treeview”. Seorang member, dalam struktur keanggotaan, pasti mempunyai upline. Sehingga tidak akan bisa berdiri sendiri terpisah dari struktur pohon bercabang. Anda mungkin bertanya, jika downline pasti mempunyai upline, maka suatu ketika pasti jika terus ditelusuri ke atas, maka akan ada member yang tidak mempunyai upline. Ibarat silsilah manusia di bumi ini, dengan asumsi semua manusia bersodara, dengan nenek moyang yang sama. Maka nenek moyang yang paling pucuk adalah nabi Adam dan Hawa dan tidak ada punya “orang tua”. Nah begitu juga dengan skema ini,. Pada tingkatan teratas seorang member tidak ada upline. Berikut gambarnya pohon cabang Dengan keterangan: a. nama member b. no induk member ( yang urut menurun ) c. kode jenis member d. jumlah member dalam grup e. jumlah me...

Aplikasi penghitungan komisi Multi Level Marketing ( MLM ), jilid 1

Gambar
Suatu metode pemasaran dengan mengenal tingkatan, sudah saya dengar pertama kali puluhan tahun yang lalu, sekitar tahun 1994. Waktu itu saya tidak tahu apa-apa, hanya mendengarkan seorang kakak angkatan (di SMA) menjelaskan suatu produk. Produk yang dia jelaskan waktu itu, shampo mobil, kalo ga salah ingat. Waktu berjalan, peristiwa itu tidak ada kesan sama sekali  , hingga suatu waktu di tahun 2000 an, orang mulai lagi mencertikan suatu produk, yang cara menawarkan dengan “presentasi”, suatu istilah yg lebih keren, karena saya telah “makan bangku kuliah” waktu itu he he he. Dan orang pun ramai lagi menceritakan tentang MLM, pada saat itulah, ingatan di tahun 1991 saya anggap juga suatu cata MLM, karena saya ingat betul perusahaannya. + + + Dan sekarang, saya bertemu lagi dengan MLM, tetapi disini akan mensharing dalam aplikasi penghitungan komisi Multi Level Marketing. Secara singkat, MLM mempunyai aturan sbb: 1. aturan besar komisi dan target serta waktu a. seorang marketing da...

Catatan Teknisi dalam aplikasi Bengkel

Gambar
Aplikasi Bengkel, hampir sama dengan retail umum lainnya. Di dalam bengkel, disamping ada transaksi pembelian dan penjualan berupa barang, ada juga suatu layanan berupa reparasi onderdil kendaraan. Sebagai tips dalam sistem manajemen data, setiap jasa harus dibuatkan kode yang dimasukkan ke database. Agak berbeda dengan barang riil lainnya, jasa ini tidak ada harga beli secara nyata ( krn tdk melakukan pembelian ke supplier), harga beli diisikan dengan upah/honor untuk teknisi, sedangkan harga jual sebagai nilai yang dikenakan pada pelanggan. Disamping untuk menstandarkan nilai jual layanan jasa pada pelanggan, pengkodean jasa bisa utk mempermudah pelayanan kasir. Dalam keseharian, jasa yang telah dikodekan tidak cukup memberi keterangan pada pelanggan. Misal: ” JASA PASANG BEARING RODA DPN KANAN KIRI ” Untuk memberi keterangan detail pada pelanggan, ada fitur di Kasir, agar nilai yang dikenakan ke pelanggan dapat dimengerti. Keterangan tambahan ini, biasa disebut ”catatan teknisi” ...

Aplikasi Koperasi dengan fitur Deposit

Gambar
Koperasi sebagai salah satu bentuk usaha bersama, menjadi pilihan untuk mengelola usaha di berbagai lingkup tertentu, misal sekolah, kantor dan instansi lainnya. Oleh karena banyak tersebar jenis usaha koperasi simpan pinjam, KSP, maka istilah koperasi sekarang, lebih banyak ”direbut” untuk menggambarkan jenis usaha simpan pinjam. Dalam kesempatan ini, diulas mengenai aplikasi koperasi di sekolah. Sebagai gambaran alur data, anggota koperasi deposit sejumlah uang ke koperasi. Deposit ini digunakan untuk membayar barang yang dibeli di koperasi, sehingga saat transaksi tidak perlu lagi membayar sejumlah uang. Aplikasi membedakan ”customer” yang umum atau anggota. Hanya customer yang anggota yang mempunyai deposit. Modul Deposit Kas koperasi Modul kasir penjualan Laporan Per Anggota

Aplikasi usaha dagang sistem multi diskon

Gambar
Potongan harga atau diskon adalah upaya untuk menarik pembeli agar selalu memakai jasa atau produk. Terutama di indonesia, ”Perang Diskon” bermunculan di toko-toko menjelang hari raya (lebaran). Calon pembeli secara tidak sadar akan berusaha mendekat dan masuk toko, yang awalnya hanya refreshing jalan-jalan, mereka akan terpengaruh dan akhirnya membeli. Berikut Contoh Nota dengan data fiktif nya: Terlihat dalam desain nota di atas, diskon ini tidak digunakan untuk melayani ”end user” atau pembeli secara umum. Diskon yang menggunakan tingkatan, biasanya digunakan untuk toko grosir yang memperkerjakan Sales untuk memasarkan. Diskon ini berbentuk prosen dari harga jual yang telah ditetapkan toko grosir. Secara konsep, sales diberi hak untuk ”memainkan” harga jual, dengan memberi tingkatan diskon. Misal harga jual yang dikeluarkan toko grosir 10.000 Diskon ke 1 dpt disk 2% >>(10.000 –(10.000 * 2/100)) =9.800 Diskon ke 2 dpt disk 1% >>(9.800 –(9.800 * 1/100)) =9.702 Diskon k...