Sabtu, 04 Januari 2014

Modul Surat Perintah Kerja (SPK) dalam bengkel mobil

Dalam sebuah bengkel mobil yang ternama di Pare Kediri, mempunyai sistem kerja yang baku dan tertata rapi. Standar prosedur operasional bengkel ini, tidak membolehkan semua karyawannya yang bekerja sambil jadi “tukang isap” alias merokok. Sangat dimengerti, bahan bakar sisa bengkel, oli dan lainnya sangat mudah bakar. Disamping membahayakan diri juga lingkungan. Sebuah mobil yang masuk bengkel, langsung disambut oleh bagian marketing. Seorang marketing mencatat keluhan dari pelanggan/pemilik mobil, marketing ini juga dapat menawarkan solusi dari keluhan-keluhan itu, apakah akan ganti spare part dan atau sekaligus service. Berikut modul surat perintah kerja (SPK) SPK ini menentukan teknisi siapa yang akan menangani dengan dibantu assisten teknisi, hingga QC nya Hasil cetak SPK, kemudian dibawa ke bagian Kasir untuk dientri kembali untuk dibuatkan nota tagihan.

Kamis, 28 November 2013

Aplikasi penghitungan komisi Multi Level Marketing ( MLM ), jilid 2

Secara singkat, aplikasi Multi Level Marketing ditandai dengan diagram “pohon bercabang” yang memberi gambaran “Multi Level” atau tingkatan yang banyak. Dalam desain aplikasi komponen yang digunakan adalah “Treeview”. Seorang member, dalam struktur keanggotaan, pasti mempunyai upline. Sehingga tidak akan bisa berdiri sendiri terpisah dari struktur pohon bercabang. Anda mungkin bertanya, jika downline pasti mempunyai upline, maka suatu ketika pasti jika terus ditelusuri ke atas, maka akan ada member yang tidak mempunyai upline. Ibarat silsilah manusia di bumi ini, dengan asumsi semua manusia bersodara, dengan nenek moyang yang sama. Maka nenek moyang yang paling pucuk adalah nabi Adam dan Hawa dan tidak ada punya “orang tua”. Nah begitu juga dengan skema ini,. Pada tingkatan teratas seorang member tidak ada upline. Berikut gambarnya pohon cabang Dengan keterangan: a. nama member b. no induk member ( yang urut menurun ) c. kode jenis member d. jumlah member dalam grup e. jumlah member sendiri f. komisi grup g. komisi downline h. komisi sendiri

Jumat, 15 November 2013

Aplikasi penghitungan komisi Multi Level Marketing ( MLM ), jilid 1

Suatu metode pemasaran dengan mengenal tingkatan, sudah saya dengar pertama kali puluhan tahun yang lalu, sekitar tahun 1994. Waktu itu saya tidak tahu apa-apa, hanya mendengarkan seorang kakak angkatan (di SMA) menjelaskan suatu produk. Produk yang dia jelaskan waktu itu, shampo mobil, kalo ga salah ingat. Waktu berjalan, peristiwa itu tidak ada kesan sama sekali  , hingga suatu waktu di tahun 2000 an, orang mulai lagi mencertikan suatu produk, yang cara menawarkan dengan “presentasi”, suatu istilah yg lebih keren, karena saya telah “makan bangku kuliah” waktu itu he he he. Dan orang pun ramai lagi menceritakan tentang MLM, pada saat itulah, ingatan di tahun 1991 saya anggap juga suatu cata MLM, karena saya ingat betul perusahaannya. + + + Dan sekarang, saya bertemu lagi dengan MLM, tetapi disini akan mensharing dalam aplikasi penghitungan komisi Multi Level Marketing. Secara singkat, MLM mempunyai aturan sbb: 1. aturan besar komisi dan target serta waktu a. seorang marketing dalam memperoleh/menjual produk, mesti jelas dalam periode yang mana, dan tidak mengenal susulan apabila periode telah lewat. b. Setiap periode mengenal level target point, apabila tidak tercapai level target di atasnya, maka dihitung point di grup bawah Misal: 1. 1 -> 420.000 2. 3 -> 1.400.000 3 6 -> 3.000.000 Jk seorang marketing dlm periode tertentu hny dapat 2 point, maka ia memperoleh 420.000. Sehingga tidak mengenal susulan (krn periode telah lewat), untuk “menutup point” menjadi 3, agar memperoleh 1.400.000. Begitu juga jika hanya memperoleh 4 atau 5, maka ia dihitung mendapat 1.400.000. bersambung Berikut gambarnya skema komisi

Rabu, 06 November 2013

Catatan Teknisi dalam aplikasi Bengkel

Aplikasi Bengkel, hampir sama dengan retail umum lainnya. Di dalam bengkel, disamping ada transaksi pembelian dan penjualan berupa barang, ada juga suatu layanan berupa reparasi onderdil kendaraan. Sebagai tips dalam sistem manajemen data, setiap jasa harus dibuatkan kode yang dimasukkan ke database. Agak berbeda dengan barang riil lainnya, jasa ini tidak ada harga beli secara nyata ( krn tdk melakukan pembelian ke supplier), harga beli diisikan dengan upah/honor untuk teknisi, sedangkan harga jual sebagai nilai yang dikenakan pada pelanggan. Disamping untuk menstandarkan nilai jual layanan jasa pada pelanggan, pengkodean jasa bisa utk mempermudah pelayanan kasir. Dalam keseharian, jasa yang telah dikodekan tidak cukup memberi keterangan pada pelanggan. Misal: ” JASA PASANG BEARING RODA DPN KANAN KIRI ” Untuk memberi keterangan detail pada pelanggan, ada fitur di Kasir, agar nilai yang dikenakan ke pelanggan dapat dimengerti. Keterangan tambahan ini, biasa disebut ”catatan teknisi” Berikut gambarnya

Jumat, 26 Juli 2013

Aplikasi Koperasi dengan fitur Deposit

Koperasi sebagai salah satu bentuk usaha bersama, menjadi pilihan untuk mengelola usaha di berbagai lingkup tertentu, misal sekolah, kantor dan instansi lainnya. Oleh karena banyak tersebar jenis usaha koperasi simpan pinjam, KSP, maka istilah koperasi sekarang, lebih banyak ”direbut” untuk menggambarkan jenis usaha simpan pinjam. Dalam kesempatan ini, diulas mengenai aplikasi koperasi di sekolah. Sebagai gambaran alur data, anggota koperasi deposit sejumlah uang ke koperasi. Deposit ini digunakan untuk membayar barang yang dibeli di koperasi, sehingga saat transaksi tidak perlu lagi membayar sejumlah uang. Aplikasi membedakan ”customer” yang umum atau anggota. Hanya customer yang anggota yang mempunyai deposit. Modul Deposit Kas koperasi Modul kasir penjualan Laporan Per Anggota

artikel IT lainnya

Loading...

Portofolio

Lebih dari 5 tahun berkarya dan menghasilkan produk jasa berupa “aplikasi monitoring keuangan dan asset”. Terbukti klien tersebar di seluruh nusantara : Sumatera Barat, Riau, Lampung, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Bali dan Kalimantan. Kami sanggup membangun sistem informasi monitoring keuangan segala bentuk sistem bisnis.
Lihat Facebook Profil
Fitur – fitur utama aplikasi kami antara lain:
1. mendukung multiuser
2. mempunyai tingkatan hak akses berdasar user name saat login
- hak untuk membuka modul
- hak untuk mengakses tombol (simpan, ubah, hapus, cetak)
3. dilengkapi fasilitas pencarian data, tiap modul dengan pilihan kategori pencarian, sehingga user tidak kesulitan menampilkan/mencari kembali.
4. mempunyai mekanisme backup database setiap menutup aplikasi
5. support barcode reader dan mini printer, dan segala pencetakan continous form kertas
6. mempunyai fasilitas membuat label barcode sendiri, sehingga menghemat jutaan rupiah untuk pengadaan printer barcode
7. laporan yang lengkap dan detail
- per periode tanggal
- per ID tertentu (karyawan, Customer dll)
- laporan detail dan summary
- laporan dapat berbentuk grafik dan gambar suatu barang.
- Laporan yang dapat di export ke format ms word, pdf, ms excel dll
8. Lebih dari puluhan laporan tergantung kompleksitas sistem
Kelebihan (strengness):
1. Tanpa ada batas waktu penggunaan
2. Dapat disetup di semua PC/Laptop yang ber platform windows
3. Multi User, tanpa ada batasan jumlah PC yang terhubung
4. Mempunyai Tingkat Akses Pengguna yang dapat diatur.
5. Laporan dapat diexport ke dalam format Microsoft Office (Excel, Word), Portable Document Format dll
6. Tiap transaksi akan mencatat pengguna yang melakukan, sehingga mudah dalam monitoring.
Kelemahan (weakness)
1. Hanya bisa menggunakan platform windows.
Peluang (opportunity)
1. Aplikasi menggunakan compiler (bahasa pemrograman) yang sangat kompatibel dengan windows
2. Mudah dalam adaptasi penggunaannya
Hambatan/ancaman (threat)
platform windows, rentan terhadap virus

Terima Kasih Kunjungan Anda