Kamis, 02 Oktober 2014

Aplikasi Online Messenger berbasis desktop ( Yahoo Messenger)

Kecenderungan ke depan, dengan kemajuan teknologi informasi, maka transaksi bisnis akan dilakukan tidak secara tatap muka langsung. Antara pembeli dan penjual bisa jadi tidak saling bertemu, dan berada dalam geografis yang sangat berjauhan. Trend ini akan membuat era dimana transaksi bisa dilakukan secara virtual (maya). Layanan pembayaran virtual dengan basis digital, sudah ditemui antara lain dalam transaksi via pulsa. Pulsa ini bisa dikonversikan ke dalam satuan lain, misalnya KWh di PLN, ataupun deposit rupiah di sistem server pulsa. Transaksi ke depan mempunyai media “wireless” baik secara online internet ataupun SMS. Silakan Silakan download file di atas untuk mencoba.

Senin, 22 September 2014

Aplikasi Penerbit Buku, alur data dalam sistem ( 2 )

Penerbit mempunyai sistem yang berbeda dengan percetakan. Penerbit yang besar, disamping sebagai percetakan sekaligus menerbitkan buku sendiri sebagai produk. Studi Kasus di dalam sistem data di klien kami,.sebuah penerbit besar di universitasi terkemuka di Jogja, mempunyai sistem yang dimulai dari order. Order adalah permintaan dari penulis untuk menerbitkan “naskah/tulisan” nya untuk menjadi sebuah buku. Tahapan order akan digunakan sebagai sarana penerbit menguji kelayakan calon buku. Ada beberapa tahapan dalam order naskah, yaitu: - REVIEWER - KOREKSI EDITORIAL 1 – 4 - KOREKSI LAYOUT 1 – 4 - ACC PENULIS - PROSES CETAK - PROSES JILID Apabila tidak sesuai kriteria, maka akan ada status KEMBALI KE PENULIS. Lihat gambar Pencatatan order, adalah mencatat nama penulis dan judul calon buku. Dari order yang telah dicatatkan, akan direview dalam tahap-tahap, seperti di atas. Apabila tahap akhir “PROSES JILID“, maka telah menjadi buku. Data buku yang diperoleh, baru bisa dilakukan proses transaksi berikutnya, apabila telah melalui PRODUKSI.

Selasa, 26 Agustus 2014

Minimarket – manajemen stok dengan konsinyasi (1)


Usaha retail dengan konsep swalayan yang melayani pembeli 24 jam, sedang menjadi trend. Dalam usaha ini, diperlukan manajemen stok yang baik. Yang meliputi stok sebagai aset atau stok titipan.

Adakalanya satu jenis barang yang sama, bisa diperoleh dari beberapa supplier yang berbeda. Baik dari pembelian putus (stok menjadi aset) ataupun dari konsinyasi (supplier menitipkan barang). Oleh karena itu, dalam sistem informasi minimarket ini, atribut stok melekat kode suplier juga dan sifat konsinyasi atau tidak.

Setiap supplier mempunyai beberapa barang yang terdisplay di toko, dengan sifat yang seragam, yaitu beli putus atau konsinyasi. Misal, Supplier A bersifat konsinyasi, maka setiap Supplier A memasok barang-barangnya, maka semua adalah titipan. Dan sebaliknya.
Akan tetapi ada juga yang menerapkan sistem mix (campur), Supplier A boleh meminitip barang atau pemasok secara beli putus.

Semua jenis transaksi, akan bisa termonitoring dengan baik, saat minimarket melakukan pembayaran stok konsinyasi. Manajemen akan membayar sejumlah uang dari stok titipan yang telah terjua dalam kurun waktu tertentu.




Gambar transaksi pembayaran stok konsinyasi

Dalam transaksi di atas, mempunyai langkah sbb:
  1. no transaksi otomatis terbentuk,.abaikan
  2. mengatur tanggal transaksi
  3. mengatur periode awal dan pencatatan. Sistem akan memberi peringatan, apabila periode awal sekarang,.mengenai periode akhir sebelumnya.
Misal: LnK/2 periode awal 1 agust 2014 s.d 15 agust 2014
           Saat melakukan pencatatan LnK/3,.periode awal diatur tanggal 14 agust 2014, maka akan terjadi ”over laping” di tanggal 15 agust 2014, (dihitung 2x) sehingga sistem akan memberi peringatan.
  1. memilih supplier
  2. tekan tombol ”tampilkan data”
  3. tabel akan terisi data penjualan dari stok yang bersifat konsinyasi dari supplier itu di periode yang diatur di langkah no.3

dengan sistem ini, akan memudahkan manajemen stok,barang yang dari supplier tertentu bersifat konsinyasi atau beli putus. Dan setiap jenis barang yang sama, akan mempunyai kode barang berbeda jika beda sifat konsinyasi atau tidak.

Senin, 26 Mei 2014

Aplikasi Retail Multi Cabang/toko (Data base Tranfer Sistem) DTS, Simple dan mudah

Secara garis besar,fitur DTS (Data base Tranfer Sistem) berguna untuk mengambil data transaksi dari cabang, dan data induk baru dari pusat. Fitur ini, sekaligus dapat membuat file yang terbentuk otomatis di folder tertentu untuk dimasukkan ke dalam database yang terpisah. Folder berada di drive D, agar histori kiriman data masih aman, jika terpaksa suatu saat, komputer mesti diformat ulang. Menu Utama Data yang telah dikirim baik dari atau ke pusat/cabang, tidak akan terkirim 2 kali. Hal ini sudah ada mekanisme penandaan dalam tiap data record nya. Validasi yang lebih rumit, yaitu saat ada transaksi yang memerlukan updating. Misalkan jika ada penjualan di cabang 1, di kode barang tertentu, mesti sama persis data base nya saat dikirim ke pusat. Sedikit membuka rahasia, teknik validasinya, yaitu dengan membuat tabel temporary untuk menampung data kiriman. Dari tabel temporary, kemudian dibandingkan dengan tabel sebenarnya, misal kode barangnya. Dim Vkode_barang As String, Vkode_toko As String Dim Vjml As Single strS1 = "select*from detailDeviasiTemp" Set rsData1 = cN.Execute(strS1) Do While Not rsData1.EOF Vkode_barang = rsData1!kode_barang Vjml = rsData1!JML Vkode_toko = rsData1!kode_toko strS2 = "select*from stok where kode_barang='" & Vkode_barang & "' and kode_toko='" & Vkode_toko & "'" Set rsData2 = cN.Execute(strS2) If Not rsData2.EOF Then cN.Execute ("update stok set stok='" & rsData2!stok + Vjml & "' where kode_barang='" & Vkode_barang & "' and kode_toko='" & Vkode_toko & "'") End If rsData1.MoveNext Loop Modul Tranfer Data ke cabang Modul ini berguna untuk mengirim: - data induk baru - data mutasi antar pusat ke cabang - data setingan lainnya Langkah operasionalnya: 1. pilih kode toko yang akan dikirim 2. atur tanggal pengiriman 3. tekan tombol Kirim hasilnya suatu file TXT yang berada di folder D:\ FileDariPusat

Selasa, 06 Mei 2014

Aplikasi Retail Multi Cabang/toko (Data base Tranfer Sistem), perlunya sistem bisnis.

Usaha yang telah dirintis dan dikembangkan sekian bels/puluh tahun, ada kalanya sudah mempunyai perluasan cabang. Dengan semakin banyak bisnis yang dikelola, seorang owner direpotkan akan monitoring asetnya. Dalam ranah retail, aset ini berupa barang dagangan yang disebar di beberapa toko/cabang. Kendala yang dihadapi, selain keterbatasan waktu dan tenaga, seorang owner juga tidak bisa menyerahkan sepenuhnya pada staf dan karyawannya. Seoarang owner, harus bisa membangun sistem bisnis yang baik. Sistem ini berupa Standar Operasi Prosedur yang didukung oleh manajemen dan infrastruktur. Salah satu komponen infrastruktur itu adalah “aplikasi monitoring aset” yang baik. Dalam aplikasi ini, setiap barang/stok yang ada harus melalui pencatatan sistem. Sehingga diharapkan ada histori suatu barang yang detail dan rapi akan jumlah stok yang update sekarang di toko. Pengurangan dan penambahan jumlah stok yang ada selalu tercatat. Apabila ada mutasi/pengiriman barang ke toko, maka harus dicatat dipembelian atau mutasi. Berkas yang ada sebagai bukti otentik yang mesti diserah terimakan dengan tandatangan masing-masing staf yang terlibat. Jika jumlah stok sudah bisa dimonitoring oleh aplikasi, maka owner tidak perlu repot-repot ikut menjaga toko, terlebih jika toko sudah tersebar di beberapa tempat. Owner bisa menggunakan waktu dan tenaganya untuk mengelola usaha dari rumah. Aplikasi menjadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi untuk membangun sistem bisnis yang baik.

artikel IT lainnya

Loading...

Portofolio

Lebih dari 5 tahun berkarya dan menghasilkan produk jasa berupa “aplikasi monitoring keuangan dan asset”. Terbukti klien tersebar di seluruh nusantara : Sumatera Barat, Riau, Lampung, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Bali dan Kalimantan. Kami sanggup membangun sistem informasi monitoring keuangan segala bentuk sistem bisnis.
Lihat Facebook Profil
Fitur – fitur utama aplikasi kami antara lain:
1. mendukung multiuser
2. mempunyai tingkatan hak akses berdasar user name saat login
- hak untuk membuka modul
- hak untuk mengakses tombol (simpan, ubah, hapus, cetak)
3. dilengkapi fasilitas pencarian data, tiap modul dengan pilihan kategori pencarian, sehingga user tidak kesulitan menampilkan/mencari kembali.
4. mempunyai mekanisme backup database setiap menutup aplikasi
5. support barcode reader dan mini printer, dan segala pencetakan continous form kertas
6. mempunyai fasilitas membuat label barcode sendiri, sehingga menghemat jutaan rupiah untuk pengadaan printer barcode
7. laporan yang lengkap dan detail
- per periode tanggal
- per ID tertentu (karyawan, Customer dll)
- laporan detail dan summary
- laporan dapat berbentuk grafik dan gambar suatu barang.
- Laporan yang dapat di export ke format ms word, pdf, ms excel dll
8. Lebih dari puluhan laporan tergantung kompleksitas sistem
Kelebihan (strengness):
1. Tanpa ada batas waktu penggunaan
2. Dapat disetup di semua PC/Laptop yang ber platform windows
3. Multi User, tanpa ada batasan jumlah PC yang terhubung
4. Mempunyai Tingkat Akses Pengguna yang dapat diatur.
5. Laporan dapat diexport ke dalam format Microsoft Office (Excel, Word), Portable Document Format dll
6. Tiap transaksi akan mencatat pengguna yang melakukan, sehingga mudah dalam monitoring.
Kelemahan (weakness)
1. Hanya bisa menggunakan platform windows.
Peluang (opportunity)
1. Aplikasi menggunakan compiler (bahasa pemrograman) yang sangat kompatibel dengan windows
2. Mudah dalam adaptasi penggunaannya
Hambatan/ancaman (threat)
platform windows, rentan terhadap virus

Terima Kasih Kunjungan Anda