Selasa, 26 Agustus 2014

Minimarket – manajemen stok dengan konsinyasi (1)


Usaha retail dengan konsep swalayan yang melayani pembeli 24 jam, sedang menjadi trend. Dalam usaha ini, diperlukan manajemen stok yang baik. Yang meliputi stok sebagai aset atau stok titipan.

Adakalanya satu jenis barang yang sama, bisa diperoleh dari beberapa supplier yang berbeda. Baik dari pembelian putus (stok menjadi aset) ataupun dari konsinyasi (supplier menitipkan barang). Oleh karena itu, dalam sistem informasi minimarket ini, atribut stok melekat kode suplier juga dan sifat konsinyasi atau tidak.

Setiap supplier mempunyai beberapa barang yang terdisplay di toko, dengan sifat yang seragam, yaitu beli putus atau konsinyasi. Misal, Supplier A bersifat konsinyasi, maka setiap Supplier A memasok barang-barangnya, maka semua adalah titipan. Dan sebaliknya.
Akan tetapi ada juga yang menerapkan sistem mix (campur), Supplier A boleh meminitip barang atau pemasok secara beli putus.

Semua jenis transaksi, akan bisa termonitoring dengan baik, saat minimarket melakukan pembayaran stok konsinyasi. Manajemen akan membayar sejumlah uang dari stok titipan yang telah terjua dalam kurun waktu tertentu.




Gambar transaksi pembayaran stok konsinyasi

Dalam transaksi di atas, mempunyai langkah sbb:
  1. no transaksi otomatis terbentuk,.abaikan
  2. mengatur tanggal transaksi
  3. mengatur periode awal dan pencatatan. Sistem akan memberi peringatan, apabila periode awal sekarang,.mengenai periode akhir sebelumnya.
Misal: LnK/2 periode awal 1 agust 2014 s.d 15 agust 2014
           Saat melakukan pencatatan LnK/3,.periode awal diatur tanggal 14 agust 2014, maka akan terjadi ”over laping” di tanggal 15 agust 2014, (dihitung 2x) sehingga sistem akan memberi peringatan.
  1. memilih supplier
  2. tekan tombol ”tampilkan data”
  3. tabel akan terisi data penjualan dari stok yang bersifat konsinyasi dari supplier itu di periode yang diatur di langkah no.3

dengan sistem ini, akan memudahkan manajemen stok,barang yang dari supplier tertentu bersifat konsinyasi atau beli putus. Dan setiap jenis barang yang sama, akan mempunyai kode barang berbeda jika beda sifat konsinyasi atau tidak.

Senin, 26 Mei 2014

Aplikasi Retail Multi Cabang/toko (Data base Tranfer Sistem) DTS, Simple dan mudah

Secara garis besar,fitur DTS (Data base Tranfer Sistem) berguna untuk mengambil data transaksi dari cabang, dan data induk baru dari pusat. Fitur ini, sekaligus dapat membuat file yang terbentuk otomatis di folder tertentu untuk dimasukkan ke dalam database yang terpisah. Folder berada di drive D, agar histori kiriman data masih aman, jika terpaksa suatu saat, komputer mesti diformat ulang. Menu Utama Data yang telah dikirim baik dari atau ke pusat/cabang, tidak akan terkirim 2 kali. Hal ini sudah ada mekanisme penandaan dalam tiap data record nya. Validasi yang lebih rumit, yaitu saat ada transaksi yang memerlukan updating. Misalkan jika ada penjualan di cabang 1, di kode barang tertentu, mesti sama persis data base nya saat dikirim ke pusat. Sedikit membuka rahasia, teknik validasinya, yaitu dengan membuat tabel temporary untuk menampung data kiriman. Dari tabel temporary, kemudian dibandingkan dengan tabel sebenarnya, misal kode barangnya. Dim Vkode_barang As String, Vkode_toko As String Dim Vjml As Single strS1 = "select*from detailDeviasiTemp" Set rsData1 = cN.Execute(strS1) Do While Not rsData1.EOF Vkode_barang = rsData1!kode_barang Vjml = rsData1!JML Vkode_toko = rsData1!kode_toko strS2 = "select*from stok where kode_barang='" & Vkode_barang & "' and kode_toko='" & Vkode_toko & "'" Set rsData2 = cN.Execute(strS2) If Not rsData2.EOF Then cN.Execute ("update stok set stok='" & rsData2!stok + Vjml & "' where kode_barang='" & Vkode_barang & "' and kode_toko='" & Vkode_toko & "'") End If rsData1.MoveNext Loop Modul Tranfer Data ke cabang Modul ini berguna untuk mengirim: - data induk baru - data mutasi antar pusat ke cabang - data setingan lainnya Langkah operasionalnya: 1. pilih kode toko yang akan dikirim 2. atur tanggal pengiriman 3. tekan tombol Kirim hasilnya suatu file TXT yang berada di folder D:\ FileDariPusat

Selasa, 06 Mei 2014

Aplikasi Retail Multi Cabang/toko (Data base Tranfer Sistem), perlunya sistem bisnis.

Usaha yang telah dirintis dan dikembangkan sekian bels/puluh tahun, ada kalanya sudah mempunyai perluasan cabang. Dengan semakin banyak bisnis yang dikelola, seorang owner direpotkan akan monitoring asetnya. Dalam ranah retail, aset ini berupa barang dagangan yang disebar di beberapa toko/cabang. Kendala yang dihadapi, selain keterbatasan waktu dan tenaga, seorang owner juga tidak bisa menyerahkan sepenuhnya pada staf dan karyawannya. Seoarang owner, harus bisa membangun sistem bisnis yang baik. Sistem ini berupa Standar Operasi Prosedur yang didukung oleh manajemen dan infrastruktur. Salah satu komponen infrastruktur itu adalah “aplikasi monitoring aset” yang baik. Dalam aplikasi ini, setiap barang/stok yang ada harus melalui pencatatan sistem. Sehingga diharapkan ada histori suatu barang yang detail dan rapi akan jumlah stok yang update sekarang di toko. Pengurangan dan penambahan jumlah stok yang ada selalu tercatat. Apabila ada mutasi/pengiriman barang ke toko, maka harus dicatat dipembelian atau mutasi. Berkas yang ada sebagai bukti otentik yang mesti diserah terimakan dengan tandatangan masing-masing staf yang terlibat. Jika jumlah stok sudah bisa dimonitoring oleh aplikasi, maka owner tidak perlu repot-repot ikut menjaga toko, terlebih jika toko sudah tersebar di beberapa tempat. Owner bisa menggunakan waktu dan tenaganya untuk mengelola usaha dari rumah. Aplikasi menjadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi untuk membangun sistem bisnis yang baik.

Sabtu, 04 Januari 2014

Modul Surat Perintah Kerja (SPK) dalam bengkel mobil

Dalam sebuah bengkel mobil yang ternama di Pare Kediri, mempunyai sistem kerja yang baku dan tertata rapi. Standar prosedur operasional bengkel ini, tidak membolehkan semua karyawannya yang bekerja sambil jadi “tukang isap” alias merokok. Sangat dimengerti, bahan bakar sisa bengkel, oli dan lainnya sangat mudah bakar. Disamping membahayakan diri juga lingkungan. Sebuah mobil yang masuk bengkel, langsung disambut oleh bagian marketing. Seorang marketing mencatat keluhan dari pelanggan/pemilik mobil, marketing ini juga dapat menawarkan solusi dari keluhan-keluhan itu, apakah akan ganti spare part dan atau sekaligus service. Berikut modul surat perintah kerja (SPK) SPK ini menentukan teknisi siapa yang akan menangani dengan dibantu assisten teknisi, hingga QC nya Hasil cetak SPK, kemudian dibawa ke bagian Kasir untuk dientri kembali untuk dibuatkan nota tagihan.

Kamis, 28 November 2013

Aplikasi penghitungan komisi Multi Level Marketing ( MLM ), jilid 2

Secara singkat, aplikasi Multi Level Marketing ditandai dengan diagram “pohon bercabang” yang memberi gambaran “Multi Level” atau tingkatan yang banyak. Dalam desain aplikasi komponen yang digunakan adalah “Treeview”. Seorang member, dalam struktur keanggotaan, pasti mempunyai upline. Sehingga tidak akan bisa berdiri sendiri terpisah dari struktur pohon bercabang. Anda mungkin bertanya, jika downline pasti mempunyai upline, maka suatu ketika pasti jika terus ditelusuri ke atas, maka akan ada member yang tidak mempunyai upline. Ibarat silsilah manusia di bumi ini, dengan asumsi semua manusia bersodara, dengan nenek moyang yang sama. Maka nenek moyang yang paling pucuk adalah nabi Adam dan Hawa dan tidak ada punya “orang tua”. Nah begitu juga dengan skema ini,. Pada tingkatan teratas seorang member tidak ada upline. Berikut gambarnya pohon cabang Dengan keterangan: a. nama member b. no induk member ( yang urut menurun ) c. kode jenis member d. jumlah member dalam grup e. jumlah member sendiri f. komisi grup g. komisi downline h. komisi sendiri

artikel IT lainnya

Loading...

Portofolio

Lebih dari 5 tahun berkarya dan menghasilkan produk jasa berupa “aplikasi monitoring keuangan dan asset”. Terbukti klien tersebar di seluruh nusantara : Sumatera Barat, Riau, Lampung, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Bali dan Kalimantan. Kami sanggup membangun sistem informasi monitoring keuangan segala bentuk sistem bisnis.
Lihat Facebook Profil
Fitur – fitur utama aplikasi kami antara lain:
1. mendukung multiuser
2. mempunyai tingkatan hak akses berdasar user name saat login
- hak untuk membuka modul
- hak untuk mengakses tombol (simpan, ubah, hapus, cetak)
3. dilengkapi fasilitas pencarian data, tiap modul dengan pilihan kategori pencarian, sehingga user tidak kesulitan menampilkan/mencari kembali.
4. mempunyai mekanisme backup database setiap menutup aplikasi
5. support barcode reader dan mini printer, dan segala pencetakan continous form kertas
6. mempunyai fasilitas membuat label barcode sendiri, sehingga menghemat jutaan rupiah untuk pengadaan printer barcode
7. laporan yang lengkap dan detail
- per periode tanggal
- per ID tertentu (karyawan, Customer dll)
- laporan detail dan summary
- laporan dapat berbentuk grafik dan gambar suatu barang.
- Laporan yang dapat di export ke format ms word, pdf, ms excel dll
8. Lebih dari puluhan laporan tergantung kompleksitas sistem
Kelebihan (strengness):
1. Tanpa ada batas waktu penggunaan
2. Dapat disetup di semua PC/Laptop yang ber platform windows
3. Multi User, tanpa ada batasan jumlah PC yang terhubung
4. Mempunyai Tingkat Akses Pengguna yang dapat diatur.
5. Laporan dapat diexport ke dalam format Microsoft Office (Excel, Word), Portable Document Format dll
6. Tiap transaksi akan mencatat pengguna yang melakukan, sehingga mudah dalam monitoring.
Kelemahan (weakness)
1. Hanya bisa menggunakan platform windows.
Peluang (opportunity)
1. Aplikasi menggunakan compiler (bahasa pemrograman) yang sangat kompatibel dengan windows
2. Mudah dalam adaptasi penggunaannya
Hambatan/ancaman (threat)
platform windows, rentan terhadap virus

Terima Kasih Kunjungan Anda